Bentuk Komunikasi Massa dan New Media
A. Pengertian Media Massa
Menurut Hafied
Cangara Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan
dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat
yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan
menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.
B. Jenis-Jenis Media Massa
1) Media Cetak : Koran, tabloid, majalah, buku teks, dll
2) Media Elektronik : televisi, smartphone, radio, dll
C. Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa merupakan pesan yang dikomunikasikan atau disampaikan
melalui media massa. Komunikasi massa harus menggunakan media masa. Komunikasi
massa merupakan suatu tipe komunikasi manusia yang lahir bersamaan dengan awal
mulanya digunakannya alat-alat elektronik serta canggihnya teknologi. Karena
erat dengan penggunaan peralatan tersebut, maka komunikasi massa dapat
diartikan sebagai jenis komunikasi yang menggunakan media massa untuk
pesan-pesan yang disampaikan kepada khalayaknya. Komunikasi massa diserap dari
bahasa inggris yakni mass communicatin kependekan dari mass media communication (komunikasi
media massa). Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau komunikasi
yang “mass mediated”. Istilah mass communication atau communication diartikan
sebagai salurannya, yaitu mass media (media massa) kependekan dari media of
mass communication.
Pengertian Komunikasi
Massa Menurut Para Ahli:
1)
George Gebner
Definisi komunikasi massa yang lebih rinci
dikemukakan oleh ahli komunikasi yang lain, yaitu Gebner. Menurut Gerbner
(1967) “Mass communication is the tehnologically and institutionally based
production and distribution of the most broadly shared continous flow of
messages in industrial societes”. (Komunikasi massa adalah produksi dan
distribusi yang berlandaskan teknologi lembaga dari arus pesan yang kontinyu
serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat). Dari
definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk
berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan
kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap,
misalnya harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan. Proses memproduksi pesan
tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan
membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak
dilakukan oleh masyarakat industri
2)
Jhon Robert Bittner
Definisi
komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh
Bittner, yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan
melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messages
communicated through a mass medium to a large number of people). Dari definisi tersebut dapat diketahui
bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi sekalipun
komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak, seperti rapat akbar di
lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan, bahkan puluhan ribu orang, jika tidak
menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa.
3)
Jalaluddin Rakhmat
Jalaluddin Rakhmat merangkum bahwa “Komunikasi Massa
adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar,
heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang
sama dapat di terima secara serentak dan sesaat”
D. Ciri-Ciri Komunikasi Massa
1. Komunikator dalam menyampakan komunikasi massa
terlembaga atau melembaga
Komunikasi massa
melibatkan lembaga dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang komplek.
Jadi, beberapa orang yang terlibat dalam proses komunikasi massa ini, beberapa
macam peralatan yang digunakan, serta berapa banyak biaya yang diperlukan
bersifat relative. Akan tetapi, yang pasti komunikasi massa itu kompleks.
2. Pesannya bersifat umum dan universal
Karena pesan yang
disampaikan untuk masyarakat bersifat heterogen, maka pesannya tidak akan
sangat spesifik untuk satu individu, pasti umum. Komunikasi massa itu bersifat
terbuka yang berarti komunikasi massa ditunjukan untuk semua orang tidak hanya
ditunjukkan untuk sekelompok orang saja. Oleh karena itu, pesan komunikasi
massa bersifat umum dan unive\rsal.
3. Saluran atau medianya bisa berupa cetak dan
elektronik.
Komunikasi massa
tidak bisa tanpa media. Komunikasi massa membutuhkan alat untuk menyampaikan
informasi dan pesan yang ingin disampaikan. Hal ini bisa berupa media
elektronik maupun media cetak. Seperti TV, koran, media sosial, radio, dll.
4. Komunikannya heterogen dan anonym.
Kita tidak dapat
memaksakan suatu pesan yang kita sampaikan melalui media massa untuk penerima
pesan yang homogen. Komunikan
bersifat anonym dan heterogen pada media massa ini yang dimaksud ialah dalam komunikasi media massa ini si komunikator atau orang yang menyampaikan
pesan informasi atau berita tidak mengenal komunikan atau penerima pesan (anonim), hal ini dikarenakan komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka secara langsung.
Selain anonim, komunikan
komunikasi massa adalah heterogen yang dimaksud disini ialah terdiri dari berbagai lapisan masyarakat
yang berbeda-beda, yakni yang
dapat dikelompokan berdasarkan berbagai faktor seperti faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,
latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
5. Komunikasi bersiat satu arah.
Komunikasi bersifat
satu arah karena komunikasi media massa ini berjalan melalui media massa.
Karena hal inilah komunikator dan komunikannya tidak bisa melakukan kontak
langsung.
Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun
diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog satu sama lain. Dengan demikian, komunikasi massa itu bersifat satu arah
6. Umpan baliknya tertunda (delayed feed back)
Komponen umpan balik atau yang lebih popular
dengan sebutan feedback merupakan faktor yang penting dalam bentuk komunikasi
apapun. Tidak seperti
komunikasi tatap muka ataupun komunikasi lainnya, komunikasi pada media massa
ini audiens hanya dapat memberikan respon secara tertulis saja seperti menulis
surat pembaca, menelpon redaktur pada media massa tersebut, berhenti
berlangganan suatu media cetak, mematikan televisi, dll.
7. Menimbulkan keserempakan.
Serempak menerima
pesan tapi belum tentu serempak dalam memaknainya. Misalnya ada satu berita
yang tengah viral di media sosial maka kemungkinan besar hampir semua platform
media akan memberitakan berita tersebut. Akan tetapi tidak semua orang sama
dalam memaknai ada yang menelan langsung berita tersebut tanpa disaring
sehingga percaya hoax jika berita tersebut ada yang tidak benar kejelasannya. Keserempakan media massa itu ialah keserempakan kontak
dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan
penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.
8. Controled By Gatekeeper.
Gatekeeper merupakan
seseorang yang memiliki kewajiban dan wewenang untuk menentukan pesan itu boleh
disampaikan, pantas di sampaikan atau justru sebaliknya kepada khalayak. Dia
yang bertanggung jawab penuh pada bolehnya pesan itu sampai atau tidak sampai
atau memang harus di block sampai disitu saja kepada khalayaknya.
E. Komponen Komunikasi Massa
1. Komnikator
Komunikator pada komunikasi massa berbeda
dengan komunikator pada dalam komunikasi antar personal. Pengirim pesan dalam
dalam komunikasi massa bukan seorang individu melainkan suatu institusi, gabungan dari
berbagai pihak. Sebagai contoh, pada saat acara ovj sule tidak membawakan acara
tersebut sendiri melainkan bersama parternya.
2. Codes and Conten
Codes adalah sistem simbol yang digunakan
untuk menyampaikan pesan komunikasi misalnya: kata-kata lisan, tulisan, musik,
dan film. Content atau isi media merujuk pada makna dari sebuah pesan, bisa
berupa informasi mengenai perselisihan kudeta atau sebuah lelucon seorang komedian. Sedangkan codes merupakan simbol yang digunakan untuk membawa pesan
tersebut. Misalnya kata\-kata yang diucapkan atau ditulis, foto, maupun gambar bergerak. Dalam
komunikasi massa, codes dan content berinteraksi sehingga Codes yang berbeda
dari jenis media yang berbeda, dapat memodifikasi persepsi khalayak atas pesan,
walaupun content-nya sama.
3. Media
Media meliputi media cetak seperti koran,
majalah, tabloid. Media elektronik seperti radio, televisi, dan media online.
4. Komunikan
Audiens atau penerima pesan. Audiens dalam
komunikasi massa memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Terdiri atas individu-individu yang memiliki
pengalaman yang sama dan terpengaruh oleh hubungan sosial dan interpersonal
yang sama.
b) Audiens berjumlah banyak dan tidak dapat
dihitung.
c) Bersifat heterogen, bukan homogen
d) Bersifat anonim. Komunikator tidak mengetahui
identitas komunikasinya.
e) Biasanya tersebar dalam konteks ruang dan
waktu.
5. Gatekeeper
Gatekeepers sering diartikan sebagai “penjaga
gawang”. Akan tetapi, gawang
yang dimaksud adalah gawang dari sebuah media massa, agar media massa tidak boleh sampai “kebobolan”. Kebobolan dalam artian tidak
diajukan dalam pengadilan oleh pembacanya karena menyampaikan informasi yang
tidak akurat, menyinggung reputasi seseorang, mencemarkan nama baik seseorang,
dan lain-lain. Sehingga gatekeeper pada media massa menentukkan penilaian
apakah informasi tersebut layak disebarkan atau tidak
6. Regulator
Peran regulator hampir sama dengan gatekeeper,
namun regulator bekerja di luar institusi media yang menghasilkan berita.
Regulator dapat menghentikan aliran berita dan menghapus suatu informsi, namun
ia tidak dapat menambah atau memulai informasi, dan bentuknya seperti sensor.
7. Feedback
Tidak seperti komunikasi tatap muka dan
komunikasi lainnya, pada komunikasi massa audiens hanya dapat memberikan respon
secara tertulis seperti menulis surat pembaca, menelpon redaktur pada media
massa tersebut, berhenti berlangganan suatu media cetak, mematikan televisi,
dan lain-lain
F. Fungsi Komunikasi Massa
1. Informasi
Fungsi informasi merupakan fungsi paling
penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk
mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang disajikan. Fakta-fakta
yang dicari wartawan di lapangan kemudian dituangkannya dalam tulisan juga
merupakan informasi. Fakta yang dimaksud adalah adanya kejadian yang
benar-benar terjadi di masyarakat. Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak
media massa yang bersangkutan sesuai dengan kepentingannya.
2.
Pendidikan
Banyak sekali saat
ini media platform pendidikan seperti ruang guru, quipper, zenius, dll yang
mengembangkan pendidikan di media massa. Hal ini akan sangat berguna sekali
kedepannya untuk menghemat waktu, biaya. Media massa bisa digunakan sebagai
penyampaian sarana pendidikan kepada khalayaknya. Saat ini banyak sekali media
massa yang sifatnya mendidik. Bahkan dalam proses penyampaiannya dengan cara
yang asik seperti animasi visual sehingga dapat tersampaikan dengan efektif.
3. Hiburan
Selain berita atau
informasi. Media massa juga dapat berfungsi sebagai hiburan. Dikala penat dan
rasa bosan melanda, maka sebagian orang akan menggunakan media massa seperti
melihat hal-hal yang membuat ia merasa terhibur seperti komedi, film, dll.
4. Persuasi
Fungsi persuasif komunikasi massa tidak kalah
pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan. Bagi Josep A. Devito (1997)
fungsi persuasi dianggap sebagai fungsi yang paling penting dari komunikasi
massa. Persuasi bisa datang dari berbagai macam bentuk, yakni:
a.
Mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang
b.
Mengubah sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang
c.
Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu
d.
Memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu
5. Korelasi
Fungsi korelasi
yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan bagianbagian dari masyarakat
agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peran
media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat. Bagi
Charles R. Wright fungsi korelasi juga termasuk menginterpretasikan pesan yang
menyangkut lingkungan dan tingkah laku tertentu dalam mereaksi kejadian-kejadian.
6. Transmisi
Transmisi ialah
memberikan point-point yang disampaikan oleh pemerintah misalnya kepada
masyarakat
7. Pengawasan
Dalam hal ini mereka
memberkan pengawasan penuh terhadap fenomena sosial yang terjadi. Bagi Laswell, komunikasi massa mempunyai fungsi
pengawasan. Artinya, menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi
mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi menjadi
dua, yakni warning or beware surveillance atau pengawasan peringatan dan
instrumental surveillance atau pengawasan instrumental. Fungsi pengawasan
peringatan juga meliputi informasi tentang suatu wabah penyakit yang mulai
menyebar akan adanya serangan militer yang dilakukan Negara lain. Sementara
itu, fungsi pengawasan yang kedua yaitu pengawasan instrumental. Aktualisasi
dari fungsi ini adalah penyebaran informasi yang berguna bagi masyarakat. Harga
kebutuhan sehari-hari merupakan informasi penting yang sangat dibutuhkan
masyarakat.
8.
Mendorong Kohesi
Sosial
Mendorong Kohesi Sosial Kohesi yang dimaksud
di sini adalah penyatuan. Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk
bersatu. Dengan kata lain, media massa merangsang masyarakat untuk memikirkan
dirinya bahwa bercerai-berai bukan keadaan yang baik bagi kehidupan mereka.
Media massa yang memberitakan arti pentingnya kerukunan hidup umat beragama,
sama saja media massa itu mendorong kohesi sosial.
9.
Intergasi Sosial
Selain mendorong
kohesi sosial media massa juga mempunyai fungsi integrasi sosial, sebenarnya di sisi lain
media juga memiliki peluang untuk menciptakan disintegrasi sosial. Jadi,
sebenarnya peluang untuk menciptakan integrasi dan disintegrasi sama besarnya. Tergantung
bagaimana berita atau informasi yang disampaikan. Integrasi sosial ialah
kondisi dimana tidak bersatu padunya masyarakat oleh factor tertentu yang
mengakibatkan perpecahan dan menghilangnya persatuan dan kesatuan dalam ilmu
sosiologi integrasi sosial ialah terpecahnya suatu kesatuan jadi bagian-bagia kecil yang
terpisah satu sama lain.
G. Efek Komunikasi Massa
Efek adalah
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri audience akibat keterpaan
pesan-pesan media. David Berlo mengklasifikasikan efek atau perubahan dalam
ranah pengetahuan, sikap dan perilaku nyata. Perubahan perilaku biasanya
didahului oleh perubahan sikap, dan perubahan sikap biasanya didahului oleh
perubahan pengetahuan. Efek diketahui melalui tanggapan khalayak (response
audience) yang digunakan sebagai umpan balik (feed back). Jadi, umpan balik
merupakan sarana untuk mengetahui efek. Ada tiga dimensi efek komunikasi massa, yaitu
kognitif, afektif dan behavioral atau konatif. Efek kognitif meliputi
peningkatan kesadaran, belajar dan tambahan pengetahuan. Efek afektif
berhubungan dengan emosi, perasaan dan attitude (sikap). Sedangkan behavioral
atau konatif berhubungan dengan perilaku dan niat untuk melakukan sesuatu
menurut cara tertentu.
H. Cara Cerdas Memanfaatkan Media
Sosial
Ada 7 cara cerdas memanfaatkan media sosial ala generasi C, generasi C
merupakan istilah untuk orang-orang yang senantiasa terhubung dengan internet. Generasi
C tidak dibatasi dengan rentang usia, orang-orang yang berusia 15 hingga 70
tahun pun dapat digolongkan dalam klasifikasi generasi ini bila aktif
menggunakan internet setiap hari. Penggunaan huruf C ditunjukkan untuk mendeskripsikan
beberapa karakter generasi ini seperti connected, communicating, computerize,
community oriented, always clicking, content centric, cashless. Rutinitas
generasi C rasanya belom lengkap tanpa dukungan informasi dan fitur canggih di
internet. 7 hal di bawah ini merupakan cara generasi C dalam memanfaatkan media
sosial:
1.
Mempromosikan Bisnis
2.
Menyimpan Protofolio
3.
Menjalin Relasi
4.
Mencari Referensi Belanja Online
5.
Mendapatkan Informasi yang Valid dan Update
6.
Memperoleh Berbagai Inspirasi
7.
Mengabadikan Momen Berharga
I. Hukum Media Massa Pengantar
1) Pengertian Hukum
Hukum adalah system
aturan yang diciptakan oleh lembaga kenegaraan, yang memiliki kewenangan dalam
membentuk dan memberlakukan hukum, yaitu badan legislative, yang ditunjuk
melalui mekanisme tertentu. Hukum
2) Hukum Media Massa
-
Konsep media massa mengacu pada sarana yang
terorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas
terhadap khalayak di dalam batas waktu tertentu.
-
Hukum media massa adalah segala sesuatu yang berkaitan
dengan pengaturan kepentingan umum berkaitan dengan aktivitas komuniaksi yang
diperantarai teknologi media.
-
UUD 1945 Pasal 28 F : setiap orang berhak untuk
berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan
lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan
menyimpab, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis
saluran yang tersedia.
J. Relasi Ruang
Publik dan Pers Menurut Habermas
Relasi ruang public dan pers menurut habermas disini diawali dengan
itilah jurnalistik. Istilah jurnalistik dalam bahasa perancis yang berarti
kegiatan pencatatan sehari-hari. Pencatatan tersebut berkaitan dengan
informasi-informasi yang berhubungan dengan kepentingan public. Memasuki era
industrialisasi, terutama setelah ditemukannya mesin cetak kegiatan pencatatan
berlangsung dalam skala lebih besar dan lebih cepat. Kegiatan jurnalistik
kemudian dikenal dengan nama pers. Kegiatan jurnalistik yang dikelola oleh pers
bukan hanya sekedar sebagai kegiatan penyampaian informasi semata. Akan tetapi,
dilengkapi dengan unsur bisnis dan persaiangan antar lembaga.
Oleh karena itu membludaknya berita dan berbagai informasi menandai
zaman baru di era teknologi seperti adanya pos, telegram, telpon, radio,
televsi, maupun internet pada saat ini. Pers itu sendiri sebagai lembaga public
harus berperan aktif dalam membangun ruang public yang sehat. Kemudian, relasi
antara ruang public dan per situ juga menjadi perhatian Habermas dalam karyanya
yang berjudul the structural transformation of the public sphere tahun 1989.
Habermas menganilisis bagaimana perkembangan pers terjadi seiring dengan
perkemangan ruang public. Habermas mengemukakan gagasan nya tentang ruang
public politik yakni momen demokratis dalam masyarakat modern sebagai focus
pemandu yang utama bagi upaya teoritis filosofinya.
Di dalam jurnal relasi ruang public dan pers menurut Habermas yang
ditulis oleh Yadi Supriadi terdapat 3 rumusan masalah, yakni:
1. Bagaimana dasar
otology ruang public menurut Habermas?
2. Bagaimana sejarah
ruang public dan pers menurut Habermas?
3. Bagaimana konsep
jurnalisme public dalam pandangan Habermas?
-
Istilah public pada awalnya memiliki pengertian keningratan yang
memperlihatkan hak-hak istimewaan yang dimiliki oleh bangsawan. Pengertian
public ini berkembang hingga ditemukannya pandangan hukum romawi yang dengan
tegas mendeskripsikan public sebagai kepentingan umum atau respublika. Habermas
membagi ruang public menjadi 2 jenis yakni: ruang public politik dan ruang
public sastra. Keberadaan kedua jenis ruang public ini memiliki makna dan
ciri-ciri yang sama yaitu ruang tersebut terdapat diakses semua orang, adanya kesetaraan, status sosial
dikesampingkan, tumbuhnya aktivitas kritis public, dan berkembangnya ruang
public kearah komunifikasi.
-
Perkembangan ruang public yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan
literasme masyarakat munculnya kegiatan jurnalistik, pers di Eropa. Kemudian
kemunculan pers ditandai dengan 2 hal yaitu kebutuhan informasi yang berkaitan
dengan kepentingan perdangan atau komersial dan kegiatan masyarakat dalam ruang
public sastra yang telah banyak menghasilkan berbagai terbitan seperti jurnal, pamflet, news
latter, dll. Perkembangan ruang public telah melahirkan kelas-kelas baru dalam
masyarakat eropa. Istilah jurnalistik pun meluas tidak hanya sebatas mereka
yang bergerak di dunia bisnis, perdagangan. Melainkan kelas menengah yang
datang dari berbagai profesi. Mereka inilah yang berkecimpung dalam ruang public
politik dan ruan public sastra yang pada akhirnya menjadi awal mula lahirnya
pers.
-
Juralisme public memiliki beragam bentuk diantaranya
public jurnalisme about the public yakni jurnalisme public yang berupaya untuk
mendorong keterlibatan atau partisipasi masyarakat yang berkaitan dengan
politik. Pers dalam hal ini mendorong masyarakat agar dapat terlibat dalam
segala urusan public sehingga segala keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan
oleh pemerintah dapat dilakukan melalui proses demokrasi, deliberative. Semetara
itu, bentu public jurnalistik dimaknai sebagai bentuk jurnalisme public yang
menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif baik itu dalam proses pembuatan
berita maupun dalam langkah membangun kemampuan masyarakat dalam bekerja sama
dalam menyelesaikan masalah.
K. Pengertian New Media
New media merupakan media yang semua sudah dipengaruhi oleh teknologi. Di
era informasi ini media sudah menyediakan platform langsung, informatif,
cerdas, dan interaktif untuk menghasilkan ruang diskusi. Komuniasi new media
merupakan bentuk komunikasi pengembangan dari komunikasi massa yang mainstream.
Definisi new media menurut para ahli:
1.
McQuai
New media adalah wadah dimana semua pesan komunikasi bisa
terpusat dan mudah untuk disalurkan menggunakan teknologi internet dan
melibatkan audiens untuk meningkatkan proses interaksi dan komunikasi.
2. Arshano Sahar
New media merupakan kehadiran media yang semuanya serba digital
dan dipengaruhi oleh internet akibat teknologi informasi dan komunikasi yang
semakin berkembang.
L. Karakteristik New Media
1)
Dengan hadirnya internet semua menjadi berubah dalam
pemberitan public dan sosial
2) Berita lebih cepat
menyebar
3) Pintu dunia semakin
lebar terbuka
4) Setiap orang menjadi
“wartawan” (citizen journalism)
5) Rawan berita palsu
(hoax)
M. Perkembangan New Media
Zaman dahulu, televisi dan radio telah
berpengaruh pada kehidupan dan rutinitas sehari-hari orang, memengaruhi konten
dan waktu menonton dan mendengarkan.
Media
massa setidaknya memiliki tiga peran penting: menginformasikan, mendidik, dan
mempengaruhi opini. Sayangnya, ciri khas media tradisional ini mendapat
tantangan dari new media yang mengubah kebiasaan khalayak. Perkembangan new media
semakin pesat karena teknologi juga ikut berkembang. New media berbeda dari
media lama karena lebih personal dan sosial. Dengan new media, siapapun bebas
untuk menuangkan opini yang tidak bisa didapatkan dari media konvensional. Itulah pembahasan
terkait teori new media yang perlu sahabat Qwords ketahui. Dari segi bisnis, saat
ini internet menjadi media baru yang bisa membuka banyak peluang. Salah satunya
Anda bisa memanfaatkan website sebagai media pemasaran untuk mendongkrak omzet
penjualan.
N. Peluang Karir New Media
Perkembangan teknologi pada saat ini memunculkan banyak sekali jenis
profesi baru. Berikut adalah peluang karir di bidang new media yang dilansir dari Southern New Hampshire University.
1.
Social Media
Specialist
Pekerjaan ini adalah
orang yang ahli dalam mewakili suatu perusahaan atau brand di ruang public
melalui jaringan media sosial. Mereka membuat serta memposting konten dan berkomunikasi dengan pelanggan. Pekerjaan ini biasanya memiliki gelar sarjana di bidang
ilmu komunikasi serta memahami penggunaan platform media sosial dengan baik.
2.
Public Relation
Specialist
Pekerjaan ini membantu menjaga dan meningkatkan reputasi
dan citra publik perusahaan. Pada umumnya, profesi ini melakukannya dengan bekerja sama dengan media secara
langsung. Mereka juga dapat bertanggung jawab atas komunikasi perusahaan lainnya,
termasuk pidato yang diberikan oleh para pemimpin perusahaan. Pekerjaan ini biasanya membutuhkan gelar sarjana dalam
bidang PR atau bidang terkait. Misalnya, jurnalisme, komunikasi, bahasa
Inggris, atau bisnis. Untuk menjalankan pekerjaannya, mereka sangat bergantung pada
keterampilan interpersonal, organisasi dan komunikasi.
3.
Desainer grafis
Desainer grafis untuk membuat gambar visual
menggunakan perangkat lunak komputer untuk memasarkan produk. Mereka akan bekerja dengan gambar dan teks
dan memutuskan bagaimana mereka bekerja sama untuk berkomunikasi secara efektif
melalui situs web, brosur, majalah atau iklan.
4.
Editor
Bertugas meninjau, mengoreksi, dan
meningkatkan konten di semua jenis format penerbitan. Sebagian besar di
antaranya dibagikan kepada audiens secara digital. Seorang editor juga
bertanggung jawab untuk mengawasi penulis dan bekerja dengan mereka untuk
meningkatkan tulisan mereka. Mulai dari mengembangkan konten hingga memastikan
semua konten sesuai dengan gaya publikasi dan pedoman editorial. Editor
biasanya perlu mendapatkan gelar sarjana, seringkali dalam bidang komunikasi,
jurnalisme atau bahasa Inggris. Biasanya, mereka memulai karier sebagai penulis
atau asisten editorial.
5.
Fotografer
Contoh yang baik dari sebuah profesi yang
harus beradaptasi dari old media ke new media seiring
dengan perkembangan teknologi adalah fotografer. Fotografer saat ini
dipersenjatai dengan kamera digital dan mahir bekerja dengan berbagai perangkat
lunak komputer. Meskipun gelar sarjana tidak diwajibkan, banyak calon
fotografer memilih untuk menghadiri program pelatihan untuk mengembangkan
keterampilan mereka.
6.
Marketing Manager
Bertugas merencanakan kampanye pemasaran dan periklanan
berdasarkan riset dan analisis pasar serta mengembangkan strategi untuk
mempromosikan produk dan layanan kepada pelanggan. Sebagai pekerja ini
kamu mungkin akan ditugaskan untuk bertemu dengan klien dan berkolaborasi
dengan bidang lain di perusahaan. Ini termasuk bidang hubungan masyarakat,
penjualan dan pengembangan produk untuk mengoordinasikan peran strategi
pemasaran dalam tujuan perusahaan yang lebih besar. Pekerjaan
ini membutuhkan gelar sarjana dan biasanya memiliki pengalaman sebelumnya
bekerja di peran pemasaran, promosi, atau periklanan lainnya. Untuk memulai
karier di bidang ini, kamu memerlukan keterampilan dan kreativitas analitis,
pengambilan keputusan, organisasi dan komunikasi yang kuat.
Sumber referensi:
Ardianto,
Elfinaro dan Komala Erdinaya Lukiati. 2005, Komunikasi Massa Suatu Pengantar.
Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132107030/lainlain/PELATIHAN_KOMUNIKASI_MASSA_DI_SMA_ALI_MAKSUM.pdf
https://qwords.com/blog/teori-new-media/
https://repository.mercubuana.ac.id/40922/9/12.%20BAB%20II.pdf
http://repository.radenfatah.ac.id/4633/2/BAB%20II.pdf
https://www.silabus.web.id/komunikasi-massa/
https://www.psikologimultitalent.com/2015/12/pengertian-dan-contoh-komunikasi-massa.html
Komentar
Posting Komentar